Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan memastikan dua sekolah dasar negeri akan mendapatkan perbaikan menyeluruh pada tahun anggaran 2026. Langkah ini diambil guna merespons kerusakan fisik bangunan yang dinilai dapat mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.

Perbaikan akan difokuskan pada SDN 13 Pekanbaru dan SDN 25 Pekanbaru. Fasilitas penunjang di kedua sekolah tersebut, seperti ruang laboratorium dan perpustakaan, dalam kondisi memprihatinkan dengan kerusakan mencolok pada bagian langit-langit atau plafon.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, menyatakan bahwa pemilihan kedua sekolah tersebut didasarkan pada tingkat kerusakan infrastruktur yang ada. Perbaikan juga mencakup penggantian material atap yang bocor serta pembenahan lantai ruangan yang mulai rusak.

“Tahun ini dua sekolah tersebut masuk skala prioritas. Kami melihat kondisi fisiknya, terutama di ruang pendukung seperti labor, memang sudah saatnya diperbaiki demi keamanan siswa,” ujar Syafrian Tommy di Pekanbaru, Selasa (5/5/2026).

Program revitalisasi ini merupakan realisasi bantuan dari pemerintah pusat untuk mempercepat standarisasi fasilitas pendidikan di daerah. Syafrian Tommy menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah lain yang membutuhkan penanganan serupa.

Meskipun saat ini baru dua sekolah yang mendapatkan kuota revitalisasi dari pusat, Disdik Pekanbaru berkomitmen untuk melakukan perbaikan fasilitas pendidikan lainnya secara berkelanjutan. Upaya ini dilakukan agar seluruh gedung sekolah di Pekanbaru memiliki kualitas bangunan yang layak dan aman.