Sebanyak 30 perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat, termasuk Apple, Google, dan Microsoft, telah bergabung untuk memberikan tanggapan terhadap rencana pemerintah AS yang akan melarang penggunaan teknologi enkripsi end-to-end. Mereka mengirim surat terbuka kepada pemerintah AS yang menyatakan bahwa larangan tersebut akan membahayakan privasi pengguna dan keamanan data.
Perusahaan-perusahaan tersebut menekankan pentingnya teknologi enkripsi end-to-end dalam melindungi data pribadi pengguna. Mereka juga mengatakan bahwa larangan tersebut akan membatasi inovasi teknologi dan merugikan bisnis mereka.
“Kami percaya bahwa enkripsi end-to-end penting untuk melindungi privasi pengguna dan keamanan data,” kata CEO Google, Sundar Pichai. “Larangan ini akan menghambat upaya kami untuk melindungi pengguna dari serangan cyber dan pelanggaran privasi.”
Pemerintah AS sebelumnya telah mempertimbangkan larangan terhadap teknologi enkripsi end-to-end sebagai upaya untuk memerangi kejahatan online. Namun, para ahli dan perusahaan teknologi bersikeras bahwa langkah tersebut tidak akan efektif dan justru akan membahayakan privasi pengguna.
“Kami mendukung upaya pemerintah untuk melindungi keamanan nasional, namun larangan terhadap teknologi enkripsi end-to-end bukanlah solusi yang tepat,” kata CEO Apple, Tim Cook. “Kami berharap pemerintah dapat bekerja sama dengan kami untuk menemukan solusi yang lebih efektif.”
Surat terbuka tersebut juga menyoroti pentingnya kerjasama antara pemerintah dan perusahaan teknologi dalam menangani isu keamanan cyber. Mereka menyerukan dialog yang lebih terbuka dan konstruktif untuk mencapai tujuan bersama dalam melindungi data pengguna.
“Kami siap bekerja sama dengan pemerintah untuk mencari solusi yang aman dan efektif dalam mengatasi isu keamanan cyber,” kata CEO Microsoft, Satya Nadella. “Kami berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam menemukan langkah-langkah yang tepat untuk melindungi privasi pengguna.”