Dalam sebuah pernyataan resmi, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengungkapkan bahwa gempa bumi yang terjadi di wilayah Lombok pada hari Senin kemarin merupakan gempa bumi yang cukup besar. “Gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 6,2 dan berpotensi menimbulkan kerusakan yang cukup serius,” kata Dwikorita.

Gempa tersebut terjadi pada pukul 14.00 WIB dan pusat gempa berada di laut sekitar 100 kilometer sebelah barat daya Lombok. Gempa ini juga dirasakan di beberapa wilayah di sekitar Lombok, Bali, hingga Jawa Timur. Warga sekitar merasakan getaran yang cukup kuat selama beberapa detik.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat gempa ini. Namun, Dwikorita menekankan pentingnya masyarakat untuk tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan terburuk. “Kami terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap situasi di lapangan,” ujarnya.

Pemerintah setempat juga telah melakukan evakuasi terhadap warga yang merasa khawatir dengan kondisi bangunan tempat tinggal mereka. Banyak warga yang memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman demi menghindari potensi bahaya lanjutan akibat gempa.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok, Agus Riyadi, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menangani dampak gempa bumi ini. “Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Agus.

Sejumlah rumah dan bangunan umum dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa ini. Beberapa fasilitas umum seperti jalan raya dan listrik juga mengalami gangguan akibat getaran yang cukup kuat. Tim dari BPBD dan relawan terus melakukan pemantauan dan penanganan di berbagai lokasi terdampak.

Hingga kini, aktivitas gempa bumi di wilayah Lombok masih terus terjadi. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang bisa terjadi setelah gempa utama. BMKG terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.