Pemerintah Provinsi Riau mengajak organisasi kepemudaan untuk memperketat pengawasan lingkungan terhadap ancaman narkotika dan perilaku menyimpang. Tingginya angka kriminalitas yang dipicu oleh penyalahgunaan zat terlarang menjadi alarm bagi ketahanan sosial di wilayah “Bumi Lancang Kuning”.

Asisten I Setdaprov Riau Zulkifli Syukur menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan seperti Persatuan Umat Islam (PUI) sangat krusial. Menurutnya, pemuda harus menjadi garda terdepan dalam memutus rantai peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan.

Zulkifli Syukur menyampaikan pendapatnya saat menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Raya Annur, Pekanbaru, pada Jumat (1/5/2026) malam. Ia menyoroti kaitan erat antara narkoba dengan peningkatan aksi kriminalitas sadis di Riau.

Narkoba dinilai tidak hanya menghancurkan individu, tetapi juga meruntuhkan tatanan keamanan publik. Kasus tragis pembunuhan seorang ibu di kawasan Rumbai baru-baru ini menjadi contoh dampak nyata dari rusaknya mental akibat barang haram tersebut.

Pemprov Riau meminta para pemuda untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktif melakukan dakwah dan edukasi di lingkungan masing-masing. Langkah preventif melalui penguatan nilai-nilai agama dianggap sebagai benteng utama dalam menghadapi degradasi moral.

Zulkifli Syukur berharap pesan yang didapat dari kegiatan tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa memberantas narkoba dan penyakit sosial di Riau memerlukan komitmen nyata dari semua elemen masyarakat.