Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) terus memperkuat komitmen dalam percepatan penurunan stunting melalui program lintas sektor yang terintegrasi dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Bupati Inhil, Muhammad Thamrin, dalam sebuah pertemuan yang diadakan pada hari Rabu.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan berbagai instansi terkait lainnya. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam penanggulangan stunting di Kabupaten Inhil.
Bupati Inhil menegaskan pentingnya kerjasama lintas sektor dalam penanganan masalah stunting. Menurutnya, hanya dengan kerjasama yang solid antara berbagai pihak, penurunan angka stunting dapat tercapai dengan lebih efektif.
Program lintas sektor yang terintegrasi dan berkelanjutan merupakan kunci dalam upaya penurunan stunting. Hal ini juga sejalan dengan program nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk menanggulangi masalah gizi buruk pada anak-anak.
Dalam program ini, akan dilakukan berbagai kegiatan seperti penyuluhan gizi kepada masyarakat, peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan, serta penguatan kerjasama dengan berbagai pihak terkait. Semua ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak-anak yang sehat dan bebas dari stunting.
Bupati Inhil juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Inhil untuk turut serta aktif dalam program penurunan stunting ini. Melalui kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan angka stunting di Kabupaten Inhil dapat turun secara signifikan dalam waktu yang relatif singkat.
Dengan adanya komitmen yang kuat dari Pemkab Inhil dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan masalah stunting dapat segera diatasi dan anak-anak di Kabupaten Inhil dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.
Upaya penurunan stunting ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui berbagai program dan bantuan yang diberikan kepada daerah. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah gizi buruk pada anak-anak.