Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Provinsi Riau mematangkan kesiapan logistik dan alur kepulangan jemaah haji asal Riau dari Arab Saudi yang dijadwalkan bertahap mulai awal Juni 2026. Operasional pemulangan ribuan jemaah tersebut akan dibagi ke dalam dua gelombang penerbangan internasional melalui Bandara Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau, sebelum bertolak menuju kabupaten dan kota asal.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan bahwa pengaturan rute dan waktu penerbangan ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas udara di Arab Saudi. Melalui kepastian jadwal ini, kepulangan seluruh kelompok terbang diharapkan dapat terpantau secara presisi oleh panitia di daerah maupun pihak keluarga.

Fase pertama pemulangan akan memprioritaskan jemaah yang diberangkatkan melalui Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah. Kelompok ini dijadwalkan terbang pada 4 Juni 2026 pukul 02.25 waktu setempat, dan langsung diarahkan menuju embarkasi antara di Indonesia.

Adapun untuk fase berikutnya, pergerakan jemaah akan dipusatkan di Bandar Udara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah. Proses pemulangan gelombang kedua ini baru akan dimulai pada 20 Juni 2026 dengan jadwal tinggal landas pertama pukul 00.35 waktu Arab Saudi.

Setelah mendarat di Batam, otoritas penyelenggara haji daerah segera mengambil alih proses transito menuju wilayah Riau. Setiap koordinator di tingkat kabupaten dan kota diwajibkan menyinkronkan data kedatangan agar tidak memicu penumpukan jemaah di titik penjemputan lokal.

Selain kesiapan teknis transportasi, otoritas keagamaan setempat menekankan pentingnya transisi sosial jemaah saat kembali ke tengah masyarakat. Defizon menyebutkan, kepulangan dari tanah suci menandai fase baru bagi jemaah untuk mengimplementasikan nilai-nilai spiritual dan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.

Oleh karena itu, penyelarasan informasi antara panitia di lapangan dan pihak keluarga terus diperketat guna mencegah disinformasi terkait jam ketibaan. Pembaruan data operasional akan dirilis secara berkala oleh panitia seiring berjalannya fase akhir penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. (Bil)