Pada hari Minggu (12/09), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan bahwa vaksin COVID-19 dosis ketiga atau booster dose akan segera diberikan kepada tenaga kesehatan di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh mereka dalam menghadapi varian baru virus corona.

“Kami melihat bahwa tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam penanggulangan pandemi ini. Oleh karena itu, pemberian booster dose kepada mereka menjadi prioritas utama kami,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers di Jakarta.

Booster dose ini direncanakan akan diberikan mulai bulan depan, tepatnya pada awal Oktober. Pemberian dosis ketiga ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan COVID-19 yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami akan memastikan bahwa tenaga kesehatan yang telah menerima dua dosis vaksin sebelumnya akan mendapatkan booster dose sesuai jadwal yang telah ditentukan. Hal ini untuk memastikan keamanan dan efektivitas vaksin tersebut,” tambah Budi Gunadi Sadikin.

Pemberian booster dose ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko penularan virus corona di kalangan tenaga kesehatan. Sehingga, mereka dapat terus bekerja dengan aman dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga akan terus mengikuti perkembangan terkini terkait vaksin COVID-19, termasuk kemungkinan adanya varian baru yang memerlukan strategi vaksinasi yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa program vaksinasi di Indonesia berjalan dengan efektif dan efisien.

Hingga saat ini, pemerintah telah berhasil melakukan vaksinasi COVID-19 kepada jutaan masyarakat di tanah air. Namun demikian, langkah pemberian booster dose ini dianggap penting untuk menjaga tingkat kekebalan tubuh yang optimal di tengah ancaman varian baru virus corona.