Pelayanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat di Kota Pekanbaru masih minim, dengan hanya sekitar 35.000 warga yang mengakses fasilitas tersebut hingga akhir Mei 2026. Kota Pekanbaru menempati peringkat ke-9 dari 12 kabupaten dan kota dalam capaian program serupa di tingkat provinsi.

Rendahnya partisipasi dalam program ini menjadi evaluasi besar bagi otoritas kesehatan setempat, mengingat jumlah warga yang memanfaatkan layanan cuma-cuma belum sebanding dengan total populasi Kota Pekanbaru yang mencapai 1,2 juta jiwa.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedi Sambudi, mengonfirmasi situasi ini pada Kamis (28/5/2026. Ia mengakui bahwa peningkatan angka kepesertaan menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan lintas sektor dalam waktu dekat.

Grafik kunjungan menunjukkan tren positif dalam dua bulan terakhir, di mana jumlah warga yang memeriksakan diri meningkat dari 18.000 jiwa pada April 2026 menjadi 35.000 jiwa pada bulan berikutnya setelah adanya sosialisasi langsung ke permukiman dari pemerintah daerah.

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru saat ini menginstruksikan seluruh jajaran di lapangan untuk mengubah pola pelayanan dengan petugas medis diminta aktif mendatangi konsentrasi massa di tingkat rukun tetangga dan rukun warga. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan peringkat Pekanbaru ke posisi teratas di Riau pada akhir Desember nanti.

Pelayanan deteksi dini gangguan kesehatan disiagakan penuh pada 21 pusat kesehatan masyarakat dan seluruh jaringan puskesmas pembantu di wilayah Pekanbaru. Masyarakat diimbau untuk datang membawa identitas diri guna mendapatkan pemeriksaan tanpa dipungut biaya.