SMK Farmasi Ikasari di Pekanbaru, yang merupakan sekolah kejuruan kesehatan, dianggap memiliki peluang besar untuk terserap di dunia kerja kesehatan oleh Pemko Pekanbaru. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan tenaga kesehatan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk di Pekanbaru.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Abdul Jamal, saat menghadiri kegiatan Pelepasan Lulusan, Pelantikan, dan Pengambilan Sumpah Asisten Tenaga Kesehatan SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru di Gedung Student Center Universitas Riau pada Kamis, 4 Juni 2026.
Dalam acara tersebut, Pemko Pekanbaru diundang untuk menghadiri prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah para lulusan SMK Farmasi Ikasari yang telah menyelesaikan pendidikan dan uji kompetensi di bidang kesehatan. Sebagian lulusan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sementara sebagian lainnya langsung bekerja.
Menurut Abdul Jamal, hal ini menunjukkan bahwa lulusan SMK Farmasi Ikasari memiliki daya saing yang baik. Kebutuhan tenaga kesehatan terus meningkat di Pekanbaru dengan jumlah penduduk yang mendekati 1,2 juta jiwa dan pesatnya perkembangan kota, sehingga sektor kesehatan memerlukan sumber daya manusia yang kompeten.
Pekanbaru saat ini memiliki sekitar 30 rumah sakit, ratusan klinik, serta banyak apotek yang membutuhkan tenaga kesehatan terampil. Hal ini membuka peluang kerja yang luas bagi lulusan sekolah kejuruan kesehatan.
Abdul Jamal juga memberikan apresiasi terhadap kualitas pendidikan SMK Farmasi Ikasari yang telah teruji selama puluhan tahun. Sekolah ini memiliki akreditasi unggul dengan predikat A dan sudah lama dikenal masyarakat.
Proses pelantikan dan pengambilan sumpah asisten tenaga kesehatan merupakan bagian penting dalam profesi kesehatan. Sebelum diambil sumpah, para lulusan harus mengikuti dan lulus uji kompetensi sesuai standar yang berlaku.
Tradisi pengambilan sumpah ini tidak hanya berlaku bagi dokter, tetapi juga profesi kesehatan lainnya, termasuk bidang farmasi dan laboratorium kesehatan. Menurut Jamal, prosesi ini merupakan bentuk komitmen profesional sebelum menjalankan tugas di masyarakat dalam dunia kesehatan.