Sebanyak 50 ekor sapi milik peternak di Desa Mekar Jaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mati akibat terserang penyakit antraks. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bogor, Ahmad Yani, kejadian ini pertama kali terjadi pada bulan April lalu. “Kami sudah melakukan pemeriksaan dan sampel darah pada sapi-sapi yang mati, dan hasilnya positif terkena penyakit antraks,” ujar Ahmad Yani.
Peternak yang merasa kehilangan akibat penyakit ini merasa sangat sedih. Salah seorang peternak, Siti Nurhayati, mengatakan bahwa sapi-sapinya yang mati merupakan aset berharga bagi keluarganya. “Kami sangat terpukul dengan kejadian ini, karena sapi-sapi kami adalah sumber pendapatan utama keluarga kami,” ungkap Siti.
Pemerintah Kabupaten Bogor telah memberikan bantuan kepada peternak yang terdampak, berupa vaksin antraks dan obat-obatan untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Selain itu, tim dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bogor juga melakukan penyemprotan disinfektan di area sekitar kandang sapi yang terinfeksi.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bogor, Ahmad Yani, mengimbau kepada seluruh peternak sapi di wilayah tersebut untuk meningkatkan kebersihan kandang dan memberikan vaksin antraks secara berkala. “Kami akan terus melakukan monitoring dan pendampingan kepada peternak agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tegas Ahmad Yani.
Penyakit antraks sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Bacillus anthracis. Gejala penyakit ini antara lain demam tinggi, pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, dan kematian dalam waktu yang relatif cepat. Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit ini ke sapi-sapi lainnya.