Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Laksamana Politeknik Negeri Bengkalis (Politeknik Negeri Bengkalis) menggelar seminar dan pelatihan mangrove selama dua hari di Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, pada 17–18 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian lingkungan pesisir, terutama ekosistem mangrove yang memiliki peran penting dalam mencegah abrasi dan menjaga keberlanjutan biodiversitas di wilayah pesisir.

Ketua pelaksana kegiatan, Aririn Permadan, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada peserta, mulai dari fungsi ekologis mangrove hingga teknik pembibitan dan penanaman yang benar. Permadan juga menambahkan, “Harapannya ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di teori, tetapi juga bisa diterapkan langsung di lapangan.”

Peserta seminar diberikan materi tentang pentingnya mangrove sebagai benteng alami pesisir serta strategi pemanfaatan kawasan hutan desa secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Teluk Pambang. Sedangkan pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada pelatihan teknis mulai dari pembibitan, penanaman, hingga perawatan mangrove agar dapat tumbuh optimal di kawasan pesisir.

Nota Kesepahaman (MoU) ditandatangani antara MAPALA Laksamana Polbeng dengan LPHD Teluk Pambang sebagai komitmen kerja sama pelestarian lingkungan. Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis, Ramanda Bayu Saputra, memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut dan berharap kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan LPHD dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah desa setempat dan melibatkan narasumber berpengalaman di bidang konservasi mangrove di wilayah Teluk Pambang. Saputra menegaskan pentingnya kerjasama antara berbagai pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan, terutama dalam upaya pelestarian dan peningkatan kualitas ekosistem mangrove di wilayah pesisir.