Sekolah SMP Negeri 1 Bandar Laksamana mengalami kerusakan parah akibat angin puting beliung yang melanda pada Minggu (7/6/2026) pagi. Lokasi sekolah yang terletak di Jalan Lintas Dumai-Pakning, Kabupaten Bengkalis, Riau, menjadi sasaran amukan cuaca ekstrem tersebut. Akibat bencana ini, ratusan siswa yang bersekolah di sana harus menghadapi nasib yang tidak pasti.
Seluruh aktivitas operasional dan proses belajar mengajar di SMPN 1 Bandar Laksamana terpaksa dihentikan total karena kerusakan bangunan yang parah. Hal ini menimbulkan dampak yang sangat signifikan bagi dunia pendidikan di Bengkalis, terutama menjelang jadwal ujian penting bagi para siswa pada pekan depan. Pihak sekolah bersama warga setempat berusaha menyelamatkan dokumen penting dan inventaris elektronik dari reruntuhan bangunan yang roboh.
Kepala SMPN 1 Bandar Laksamana, Yorafitriyani, menyampaikan harapannya agar instansi terkait dan pemerintah daerah segera memberikan solusi darurat untuk menyediakan ruang belajar alternatif bagi siswa. Dalam kunjungan ke lokasi kejadian, Yorafitriyani menegaskan pentingnya langkah cepat untuk mencegah gangguan terhadap proses pendidikan.
Pusaran angin puting beliung yang menghancurkan fasilitas sekolah tersebut menimbulkan suasana mencekam di Desa Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Bengkalis. Badai berkekuatan besar disertai hujan lebat menyapu area permukiman warga dan fasilitas umum pada pukul 08.30 WIB. Warga sekitar terpaksa panik dan menyelamatkan diri ke tempat yang aman karena karakteristik angin berputar cepat.
Pemerintah desa setempat langsung merespons bencana tersebut dengan melakukan evakuasi dan pendataan kerugian materiil. Sektor pendidikan menjadi yang paling terdampak parah akibat bencana ini. Kepala Desa Api-Api, Zulkifli, mengonfirmasi bahwa seluruh ruangan sekolah, termasuk bangunan TK dan rumah warga, mengalami kerusakan parah.
Hasil penyisiran di area kompleks pendidikan menunjukkan skala kerusakan infrastruktur yang sangat masif. SMPN 1 Bandar Laksamana hampir lumpuh total, sehingga memerlukan renovasi besar untuk memulihkan fungsi bangunan. Meski kerugian materiil mencapai angka yang besar, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini karena mayoritas penduduk berada di rumah saat bencana terjadi.