Seorang calon jemaah haji asal Kabupaten Kampar, Azhari Hasan Ahmad, dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Awal Bros Botania, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (9/5/2026). Anggota jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 05 tersebut wafat sebelum sempat bertolak menuju Tanah Suci.
Kondisi kesehatan Azhari menurun sejak akhir April lalu, yang menyebabkan keberangkatannya ke Madinah tertunda. Sedianya, warga Desa Kumantan, Kecamatan Bangkinang Kota ini dijadwalkan berangkat pada 27 April 2026. Namun, tim medis memutuskan almarhum harus menjalani perawatan intensif di Batam hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir pada pukul 03.47 WIB.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Riau Defizon mengonfirmasi bahwa seluruh hak almarhum sebagai jemaah reguler akan dipenuhi oleh negara. Pihak otoritas menjamin proses klaim asuransi jiwa dan santunan bagi ahli waris akan dikawal hingga tuntas.
“Terkait prosedur pemulangan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam telah memfasilitasi pengiriman jenazah menuju Riau. Jenazah diterbangkan menggunakan maskapai Lion Air dan dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sekitar pukul 11.00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, jenazah langsung dibawa menuju rumah duka di Kampar dengan pengawalan ambulans.”
“Kami telah berkoordinasi dengan pihak keluarga mengenai hak-hak yang melekat pada almarhum, termasuk bantuan pengurusan asuransi agar dapat segera diproses,” ujar Defizon saat mendampingi keluarga di Batam.
Kejadian ini juga berdampak pada rencana keberangkatan istri almarhum. Setelah menunggu masa antrean selama 13 tahun untuk berangkat bersama, sang istri memutuskan untuk menunda keberangkatannya pada musim haji tahun ini.