WHO:
Dalam sebuah wawancara dengan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Budi Sumbung, beliau menyatakan bahwa fenomena cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini disebabkan oleh perubahan iklim global.
WHAT:
Menurut Budi Sumbung, fenomena cuaca ekstrem tersebut mencakup hujan lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan gelombang panas yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
WHEN:
Peningkatan intensitas cuaca ekstrem ini terjadi dalam beberapa bulan terakhir, terutama sejak awal musim hujan.
WHERE:
Daerah-daerah yang paling terdampak oleh cuaca ekstrem ini antara lain Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan beberapa wilayah lain di Indonesia.
WHY:
Budi Sumbung menjelaskan bahwa perubahan iklim global menyebabkan pola cuaca menjadi tidak stabil, sehingga meningkatkan risiko terjadinya cuaca ekstrem.
HOW:
Hal ini terjadi karena pemanasan global menyebabkan perubahan suhu laut, yang kemudian mempengaruhi pola angin dan curah hujan di berbagai wilayah.
WHAT:
Menurut data yang dikeluarkan oleh BMKG, curah hujan yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor, terutama di daerah-daerah yang memiliki tingkat kerentanan yang tinggi.
WHO:
Budi Sumbung juga menambahkan bahwa penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem, serta untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
WHEN:
BMKG terus memantau perkembangan cuaca ekstrem ini dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat agar dapat mengantisipasi dampaknya.
WHY:
Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi risiko bencana akibat cuaca ekstrem dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapinya.