Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau tengah mengkaji rencana inspeksi mendadak ke sejumlah pabrik kelapa sawit dalam waktu dekat. Langkah ini diambil guna menelusuri pemicu jatuhnya harga tandan buah segar sawit secara mendadak di tingkat petani, yang polanya dinilai tidak wajar.

Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, menyampaikan hal itu seusai mengadakan pertemuan bersama perwakilan masyarakat dan manajemen PTPN IV di Pekanbaru, Selasa (26/5/2026). Legislator mencurigai ada upaya manipulasi harga di tingkat korporasi pasca-pemberlakuan regulasi baru ekspor komoditas oleh pemerintah pusat.

Fluktuasi harga tandan buah segar (TBS) yang merosot hingga Rp 1.000 per kilogram dalam satu minggu terakhir merupakan bentuk spekulasi sepihak dari pemilik pabrik, menurut Edi Basri. Regulasi anyar mengenai tata kelola ekspor sumber daya alam ditekankan tidak membebani biaya operasional maupun distribusi perusahaan. Aturan tersebut murni diterbitkan untuk menekan praktik pelaporan nilai ekspor yang lebih rendah dari aslinya (under invoicing) demi menghindari pajak.

Dewan meminta perusahaan milik negara seperti PTPN IV menjadi benteng pemerintah dengan tidak ikut menurunkan harga beli di tingkat petani. Evaluasi menyeluruh dari pemerintah pusat juga mendesak dilakukan terhadap perusahaan swasta yang sengaja memicu ketidakstabilan harga demi meraup keuntungan sepihak. Komisi III DPRD Riau menegaskan akan segera merumuskan keputusan internal untuk mengawal langsung kondisi di lapangan melalui inspeksi mendadak tersebut.

Sebagaimana disampaikan oleh Edi Basri, “Oleh karena itu, Dewan meminta perusahaan milik negara seperti PTPN IV menjadi benteng pemerintah dengan tidak ikut menurunkan harga beli di tingkat petani. Evaluasi menyeluruh dari pemerintah pusat juga mendesak dilakukan terhadap perusahaan swasta yang sengaja memicu ketidakstabilan harga demi meraup keuntungan sepihak.”

Komisi III DPRD Riau menegaskan akan segera merumuskan keputusan internal untuk mengawal langsung kondisi di lapangan melalui inspeksi mendadak tersebut.