Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru melakukan survei yang menunjukkan bahwa RT 03 RW 08 Kelurahan Palas cocok dijadikan tempat transit sampah di tiga kecamatan di Rumbai. Sosialisasi di kantor kelurahan Palas direspon positif oleh ketua RT dan ketua RW se-Palas.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Shanti ST menyampaikan bahwa masyarakat merespons sosialisasi dengan baik. Shanti juga menekankan pentingnya melibatkan LPS untuk memudahkan wilayah Rumbai dalam mengakomodir sampah.

Terkait akses lalu lintas angkutan sampah, terdapat dua alternatif yang dapat digunakan. Shanti menjelaskan bahwa mobilisasi transfer dipo ke TPA memiliki akses yang cukup bagus melalui jalan LKMD, memungkinkan tronton, mobil, dan truk melintas.

Shanti menilai bahwa Jalan Damai mungkin lebih ramai dibandingkan dengan Jalan Perjuangan. Namun, terdapat beberapa alternatif lain yang dapat mendukung akses angkutan sampah sesuai kebutuhan.

Menanggapi kapan action akan dimulai, Shanti menyatakan bahwa pihaknya akan menunggu feedback dari masyarakat. RT RW diharapkan dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat terlebih dahulu untuk menghindari masalah di kemudian hari.

Ketua RW 08 Kelurahan Palas, Junaidi Agus, mengakui bahwa wilayahnya merasakan dampak terbesar dari transit sampah, termasuk aroma dan jumlah lalat yang meningkat dalam radius 200-300 meter. Selain itu, akses jalan semenisasi sebagian telah disiapkan sejauh 50 meter.

Saat diangkut, sampah yang berterbangan perlu diperhatikan, seperti yang disampaikan oleh ketua RT 07 RW 08 Albert Gultom. Selain itu, wilayah kelurahan Palas juga mengalami banjir saat PLTA Koto Panjang membuka pintu air.

Sosialisasi dihadiri oleh DLHK Pekanbaru, Kepala UPT Dzakwan, perwakilan Camat Rumbai, Lursh Palas Rizky Pramdani, Kepala LPS Pekanbaru Suprapto, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para Ketua RT dan Ketua RW se-Kelurahan Palas dan Ketua LPS Kelurahan.