Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru melalui Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo menggelar cek kesehatan gratis bagi masyarakat di Kecamatan Binawidya. Kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 127 warga dan berlangsung di halaman Masjid Al Qodariyah, Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Binawidya pada kegiatan launching Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, di Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru, pada Jumat, 10 Juli 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru untuk memberikan manfaat kepada komunitas dan masyarakat yang hadir dalam rangkaian HUT ke-25 Demokrat.

Warga yang hadir mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah, tinggi dan berat badan, pemeriksaan mata, gigi, hingga kadar gula darah.

Kepala Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo, Doris, menyatakan bahwa kolaborasi antara komunitas dan fasilitas kesehatan dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan kepada masyarakat. Doris juga mengungkapkan pentingnya kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis dalam meningkatkan pelayanan preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, melalui Sekretaris H Dedy Sambudy, menjelaskan bahwa cek kesehatan gratis bertujuan untuk mengidentifikasi penyakit masyarakat Pekanbaru yang jumlahnya mencapai 1,37 juta penduduk. Tujuannya adalah agar penyakit masyarakat bisa dilakukan kontrol kesehatan dan tindakan.

Dedy Sambudy juga menyoroti penyakit terbanyak saat ini, yaitu hipertensi yang berisiko stroke, serta penyakit diabetes. Identifikasi penyakit oleh masyarakat diharapkan dapat mendorong kesadaran untuk selalu melakukan kontrol kesehatan di Puskesmas.

Upaya pencegahan penyakit melalui cek kesehatan gratis diharapkan dapat mencegah penyakit menjadi lebih serius sehingga mengurangi kemungkinan rawat inap atau operasi. Masyarakat diharapkan dapat mendukung upaya ini dengan patuh melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas.

Petugas dinas kesehatan juga diharapkan dapat memetakan obat-obatan yang dibutuhkan di Puskesmas berdasarkan identifikasi masalah kesehatan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengadaan obat sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar.