Pemko Pekanbaru mencatat kinerja positif dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Riau, realisasi pendapatan daerah mencapai 99,93 persen dari target yang telah ditetapkan.
Who: Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar
When: Senin (13/7/2026)
Where: Pekanbaru
What: Realisasi pendapatan daerah pada 2025
How: Meningkat Rp444,9 miliar atau 16 persen dibandingkan realisasi tahun 2024
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menyampaikan bahwa pendapatan daerah pada 2025 ditargetkan sebesar Rp3,227 triliun dan terealisasi sebesar Rp3,225 triliun atau 99,93 persen. Capaian tersebut meningkat Rp444,9 miliar atau 16 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp2,7 triliun.
Peningkatan tersebut didorong oleh melonjaknya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari target Rp1,2 triliun, PAD berhasil terealisasi sebesar Rp1,3 triliun atau 100,14 persen.
Markarius menyatakan, “Realisasi PAD meningkat sebesar Rp377,408 miliar atau 40,85 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp923,858 miliar.”
Di sisi lain, pendapatan transfer ditargetkan sebesar Rp1,92 triliun dan terealisasi Rp1,92 triliun atau 99,79 persen. Nilai tersebut meningkat Rp67,55 miliar atau 3,64 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp1,85 triliun.
Markarius juga mengungkapkan bahwa Pemko Pekanbaru menganggarkan belanja daerah dan transfer sebesar Rp3,24 triliun. Hingga akhir tahun anggaran, realisasinya mencapai Rp2,98 triliun atau 92,06 persen.
Belanja operasi menjadi komponen terbesar dengan anggaran Rp2,74 triliun dan realisasi Rp2,58 triliun atau 94,44 persen. Realisasi ini meningkat Rp123,91 miliar atau 5,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Markarius menyatakan, “Realisasi belanja modal naik Rp106,154 miliar dibandingkan tahun 2024, mencerminkan meningkatnya investasi pemerintah daerah pada pembangunan infrastruktur dan aset.”
Pada sektor pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar Rp28,08 miliar dengan realisasi 73,35 persen. Capaian tersebut meningkat Rp11,56 miliar atau 128,82 persen dibandingkan tahun sebelumnya.