Pemerintah Kota Surabaya telah mengumumkan bahwa akan dilakukan lockdown total selama dua minggu ke depan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Keputusan ini diambil setelah jumlah kasus positif Covid-19 di Surabaya terus meningkat secara signifikan.
“Kami akan melakukan lockdown total selama dua minggu ke depan untuk mengendalikan penyebaran virus ini. Keputusan ini diambil demi melindungi masyarakat Surabaya,” kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.
Lockdown ini akan dimulai pada hari Senin, 15 Februari 2021, dan akan berlangsung hingga 28 Februari 2021. Selama periode tersebut, semua aktivitas di Surabaya akan dihentikan sementara, kecuali kegiatan yang dianggap penting seperti layanan kesehatan dan pangan.
“Kami berharap dengan adanya lockdown total ini, kasus positif Covid-19 dapat ditekan dan masyarakat Surabaya dapat kembali beraktivitas dengan aman,” tambah Tri Rismaharini.
Selama lockdown total, masyarakat diharapkan untuk tetap di rumah dan mengikuti protokol kesehatan dengan ketat. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan selama periode tersebut.
“Kami akan memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan selama lockdown total ini. Kami juga akan terus melakukan pemantauan dan penegakan aturan demi kebaikan bersama,” jelas Tri Rismaharini.
Pemberlakuan lockdown total ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari Dinas Kesehatan Surabaya. Mereka berharap dengan adanya langkah ini, penyebaran virus Covid-19 dapat terkendali dan angka kesembuhan pasien dapat meningkat.
“Kami mendukung keputusan pemerintah untuk melakukan lockdown total demi mengendalikan penyebaran virus ini. Kami berharap masyarakat Surabaya dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi kesehatan bersama,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Surabaya.