Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru mendorong seluruh sekolah di daerah tersebut untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya membangun budaya peduli lingkungan sejak dini di kalangan peserta didik.
Kepala DLHK Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan bahwa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru menjadi salah satu sekolah yang mulai menerapkan pengelolaan sampah melalui program Eco-Owly, yang resmi diluncurkan pada 17 Juni lalu. Program tersebut mengusung maskot burung hantu sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengajak warga sekolah membiasakan diri memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Ini merupakan terobosan MAN 2 Pekanbaru dalam pengelolaan dan pemilahan sampah nonorganik,” ujarnya.
Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain agar turut menerapkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. DLHK tentu mendorong tidak hanya MAN 2 Pekanbaru yang melakukan pemilahan sampah, tetapi seluruh sekolah di Kota Pekanbaru agar menerapkan langkah serupa.
“Program Eco-Owly bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman sekaligus membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap kelestarian lingkungan,” ucap Reza.
Melalui program tersebut, para siswa diajak memilah dan mengumpulkan sampah nonorganik, seperti botol plastik bekas, ke dalam tempat penampungan khusus yang dihiasi gambar burung hantu sebagai identitas program. Menariknya, tempat pengumpulan sampah nonorganik di MAN 2 Pekanbaru menggunakan gambar burung hantu sebagai maskot Eco-Owly.
Ke depan, sampah nonorganik yang telah dipilah akan dikelola melalui bank sampah yang berada di bawah pembinaan DLHK Kota Pekanbaru. Program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomis sampah sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Program ini sejalan dengan upaya Pemko Pekanbaru dalam mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA melalui pengelolaan dan pemanfaatan sampah sejak dari sumbernya,” tutup Reza.