Pemerintah Kota Jakarta telah mengumumkan rencana penutupan sejumlah jalan protokol di ibu kota untuk memberikan ruang lebih bagi pejalan kaki dan sepeda. Kepala Dinas Perhubungan Jakarta, Sigit Wijatmoko, dalam keterangan resminya mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas udara dan mengurangi kemacetan di Jakarta.

“Penutupan jalan ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari jalan-jalan protokol yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi,” ujar Sigit dalam konferensi pers yang digelar di Balai Kota Jakarta, Senin (15/11).

Pemerintah berencana menutup sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan Sudirman-Thamrin dan sekitar Monas. Penutupan ini akan dilakukan mulai bulan depan dan akan diujicoba selama 3 bulan.

“Kami berharap dengan penutupan ini, masyarakat akan lebih tertarik untuk menggunakan sepeda atau berjalan kaki sebagai sarana transportasi sehari-hari,” tambah Sigit.

Penutupan jalan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari Dinas Lingkungan Hidup Jakarta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Andono Warih, mengatakan bahwa penutupan jalan akan membantu mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor.

“Penutupan jalan ini merupakan langkah positif dalam upaya menjaga kualitas udara di Jakarta,” ujar Andono.

Namun, tidak semua pihak setuju dengan rencana penutupan jalan ini. Beberapa pengusaha dan pengemudi angkutan umum mengkhawatirkan penutupan jalan akan berdampak pada penurunan omzet dan pendapatan mereka.

“Kami meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali rencana penutupan jalan ini, karena akan berdampak pada keberlangsungan usaha kami,” ujar salah seorang pengusaha angkutan umum.

Meski demikian, Pemerintah Kota Jakarta tetap akan melaksanakan rencana penutupan jalan ini sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas udara dan mengurangi kemacetan di ibu kota. Penutupan jalan ini diharapkan juga dapat mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi ramah lingkungan.