Wali Kota Agung Nugroho memaparkan berbagai capaian, langkah strategis, dan program prioritas yang telah dijalankan Pemko Pekanbaru selama satu tahun empat bulan terakhir. Seluruh capaian yang dipaparkan merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat atas amanah yang diberikan.
Capaian utama yang menjadi fokus pembangunan Kota Pekanbaru adalah penguatan tata kelola keuangan daerah dan peningkatan kemandirian fiskal. Pemko melakukan penataan anggaran, meningkatkan efisiensi belanja, serta memperkuat tata kelola pemerintahan agar semakin sehat, transparan, dan akuntabel. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak naik dari Rp800 miliar pada 2024 menjadi Rp1,2 triliun pada 2025.
Menteri Dalam Negeri memberikan apresiasi terhadap strategi Pemko Pekanbaru dalam meningkatkan PAD tanpa membebani masyarakat. Capaian kedua adalah percepatan pembangunan infrastruktur dan penataan wajah kota. Selama 2025, Pemko Pekanbaru berhasil memperbaiki 42 kilometer ruas jalan melalui program pelapisan ulang, melampaui target awal sepanjang 20 kilometer.
Pemko juga membentuk Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di seluruh 83 kelurahan, menggencarkan Gerakan Pekanbaru Bersih, serta melaksanakan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan. Di bidang lingkungan hidup, Pemko Pekanbaru juga menghadirkan program Zero Anak Putus Sekolah dan Zero Stunting.
Pada tahun 2025, sebanyak 1.778 anak berhasil kembali mengenyam pendidikan, sementara sekitar 3.000 kasus stunting mendapat penanganan. Pemko Pekanbaru juga memperkuat kepedulian sosial melalui program nikah massal gratis yang diikuti 71 pasangan, memperluas penyaluran bantuan sosial, serta mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam peningkatan pelayanan publik, Pemko Pekanbaru menghadirkan Mobil AMAN untuk mendekatkan pelayanan administrasi kepada masyarakat, memperbaiki sistem persetujuan bangunan gedung agar lebih transparan dan akuntabel, serta menyediakan layanan internet gratis guna mendukung akses informasi dan pelayanan publik. Pemko Pekanbaru pada tahun 2026 mulai menguji coba operasional bus listrik sebagai bagian dari pengembangan transportasi publik yang ramah lingkungan.
Pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru pada triwulan pertama 2026 mencapai 7,9 persen, didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan, sektor jasa, investasi, dan konsumsi masyarakat. Wali Kota Agung Nugroho menyatakan bahwa berbagai kebijakan yang telah dijalankan mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Hal ini menjadi motivasi bagi Pemko Pekanbaru untuk terus menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Kota Pekanbaru.