Menkopolkam RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, meminta prajurit TNI dan personel Polri di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, untuk memperkuat pengamanan wilayah perbatasan sekaligus meningkatkan upaya pencegahan peredaran narkotika. Hal ini disampaikan saat memberikan arahan kepada ratusan prajurit TNI dan personel Polri di Natuna pada Kamis.

Djamari menegaskan pentingnya peran Natuna sebagai kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan beberapa negara, menjadikannya garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Indonesia. Seluruh aparat yang bertugas di wilayah perbatasan diminta untuk menunjukkan profesionalisme, disiplin, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Djamari, tugas TNI dan Polri di Natuna tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan kedaulatan negara, tetapi juga harus menghadapi ancaman transnasional, termasuk penyelundupan dan peredaran narkotika. Ia menilai bahwa posisi geografis Natuna yang berada di kawasan kepulauan membuatnya rentan dimanfaatkan sebagai jalur masuk narkoba.

Dalam konteks tersebut, Djamari menekankan pentingnya sinergi antara seluruh instansi dalam melakukan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran narkotika di Natuna. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam mengungkap kasus narkotika sebelumnya merupakan hasil kolaborasi berbagai lembaga penegak hukum.

Selain memperkuat pengamanan, Djamari juga mengingatkan seluruh personel untuk terus meningkatkan kemampuan melalui latihan rutin. Menurutnya, kesiapan fisik, mental, dan keterampilan sangat penting dalam mendukung pelaksanaan tugas di wilayah perbatasan. Ia menegaskan bahwa latihan merupakan hal yang tidak boleh diabaikan oleh seorang prajurit.