Proses penjaringan calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Riau periode 2026–2029 memasuki tahap baru setelah Tim Seleksi resmi menetapkan 28 peserta yang lolos ujian Computer Assisted Test (CAT) dan berhak melanjutkan ke tahapan psikotes serta wawancara. Pengumuman tersebut disampaikan melalui Pengumuman Nomor 018/TIMSEL-KPID/2026 pada Kamis (11/6/2026).
Ketua Tim Seleksi Calon Anggota KPID Riau, Syarifah Faradinna, menyatakan bahwa proses penentuan peserta yang lolos tidaklah mudah. Dari sekitar 70 peserta yang mengikuti CAT, hanya 28 orang yang memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya. Tim seleksi juga melakukan telaah mendalam terhadap berbagai aspek penilaian, termasuk pertimbangan tambahan untuk peserta yang memperoleh nilai sama.
Tahapan selanjutnya berupa psikotes dijadwalkan berlangsung pada Jumat (12/6/2026) di Lembaga Psikologi Terapan Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau, sementara sesi wawancara akan dilaksanakan pada 17–18 Juni 2026 di Hotel Bono, Pekanbaru. Psikotes dan wawancara penting dalam mengukur kapasitas, integritas, kompetensi, serta pemahaman para kandidat terhadap dunia penyiaran dan tugas-tugas kelembagaan KPID.
Daftar 28 peserta yang lolos CAT KPID Riau 2026–2029 antara lain Agusvianda, Al Qusairi, Alqabani Syahrizal, Azetli, Bambang Suwarno, Dewi Sari, Dian Citra Andriani, Dolly Ichsan, Ferlan Niko, Hasnah Gazali, Hermansyah, Jelprison, Lutfi Arifiandy, M. Asrar Rais, Mario Abdillah Khair, Muhammad Nuralfian, Muhammad Yunaidi T, Pitrayati, Prima Ermad Suhaemi, Putri Poppy Nirmala, Rahmi Febrianti, Rifqi Nasron, Romi Aninur, Sherly Arianty, Syarifah Dian Eka Sari, Wan Gana Maulana, Wankardi Wandi, dan Yuhendra.
Tim Seleksi mengimbau seluruh peserta yang lolos untuk mempersiapkan diri dengan baik dan mengikuti seluruh informasi resmi yang diumumkan panitia. Proses psikotes dan wawancara menjadi penentu dalam menjaring figur-figur terbaik yang akan menjadi anggota KPID Riau periode 2026–2029.
Dengan persaingan yang semakin ketat, proses psikotes dan wawancara diharapkan menjadi ajang pembuktian kapasitas para kandidat sebelum nama-nama terbaik dipilih untuk tahap selanjutnya.