Pemko Pekanbaru meluncurkan program “Satu ASN Satu RW” sebagai strategi untuk memperkuat pelayanan kepada warga dan mendukung peningkatan kemandirian fiskal daerah. Program ini tidak dimaksudkan untuk menambah beban kerja ASN di RW, melainkan sebagai penghubung untuk menyampaikan informasi mengenai program pemerintah kepada warga, kata Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho pada Selasa (9/6/2026).

Keberadaan ASN di setiap RW memudahkan pemerintah dalam menjangkau warga secara langsung, sehingga informasi terkait pelayanan publik, pembangunan, dan perpajakan dapat tersampaikan dengan lebih efektif. Pendekatan melalui ASN pendamping dinilai mampu membangun komunikasi yang lebih baik dengan warga, karena keterlibatan warga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pemerintah.

Menurut Agung, sebagian warga sebenarnya memiliki kesadaran untuk memenuhi kewajibannya, termasuk dalam membayar pajak, namun mereka membutuhkan pendampingan, arahan, dan edukasi yang berkelanjutan. Pendekatan ini juga berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru, yang mengalami kenaikan signifikan hingga lebih dari Rp400 miliar pada tahun lalu.

Meskipun menghadapi tantangan akibat penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, kondisi keuangan Kota Pekanbaru masih stabil. Agung juga mengapresiasi dukungan Pemprov Riau dalam optimalisasi pendapatan daerah, khususnya dalam penyerahan data wajib pajak kendaraan bermotor kepada Pemko Pekanbaru. Sinergi antara kedua pihak diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak serta mendukung kemandirian fiskal daerah.

“Dukungan seperti ini sangat penting untuk membantu daerah meningkatkan pendapatan dan memperkuat pembangunan,” pungkas Agung.