Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) semakin menjamur, membuat masyarakat merasa jenuh dan menilai Polres Kuansing gagal menyentuh akar masalah. Selama ini, penertiban dinilai monoton dengan polisi turun ke lapangan dan membakar rakit, namun hal ini dianggap hanya memotong daun tanpa menghilangkan akar masalah, ujar seorang warga Kuansing yang enggan disebutkan namanya pada Senin (8/6).
Warga menyebut bahwa hulu masalah PETI terletak pada pengepul emas ilegal yang menjadi pemilik modal atau cukong. Mereka yang membeli mesin, menyiapkan solar, hingga menjamin logistik lapangan. Bisnis ini berjalan terang-benderang dengan pengepul yang tersebar di pelosok desa, bahkan setiap kecamatan diyakini memiliki lima titik pengepul.
Ketidakberdayaan polisi terlihat jelas di Kecamatan Cerenti, di mana operasi pembakaran rakit PETI hanya menjadi sandiwara semata. Meski ratusan rakit telah dibakar, hanya dalam dua hari jumlah rakit baru malah bertambah lebih banyak, melebihi jumlah yang sudah dibakar sebelumnya. Hal ini menunjukkan kekuatan finansial para cukong yang sangat besar.
Masyarakat mulai mempertanyakan tindakan polisi yang selalu mengejar rakit kayu di sungai, sementara tempat transaksi emas yang sebenarnya tidak diintervensi. Diduga ada aliran dana agar aparat kepolisian menutup mata terhadap aktivitas PETI ilegal, serta adanya oknum aparat yang terlibat dalam perlindungan tersebut.
Warga menilai bahwa aksi pembakaran rakit selama ini hanya sebagai sandiwara semata demi laporan ke atasan, tanpa menyelesaikan akar masalah. Kini, masyarakat menantang polisi untuk menggunakan prinsip “follow the money” dan mengejar aliran uang ratusan juta untuk pembangunan rakit baru serta menangkap agen besar pemasok merkuri dan minyak dolar.
Selama tempat transaksi di setiap kecamatan masih aman, aktivitas PETI akan terus merusak alam Kuansing, dan polisi hanya akan sibuk membakar rakit kosong tanpa mengatasi inti permasalahan. Warga mendesak polisi untuk mengubah strategi penindakan dari hulu ke hilir agar dapat menyelesaikan masalah PETI secara tuntas.