Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis mendukung upaya pelestarian budaya Melayu melalui kunjungan budaya yang dilakukan oleh mahasiswa Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng). Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji berbagai permainan rakyat Melayu yang merupakan bagian dari warisan budaya daerah. Kunjungan tersebut dilakukan di Balai Adat LAMR Bengkalis sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai budaya lokal serta mendorong pelestarian permainan tradisional di tengah arus modernisasi.
Rombongan mahasiswa diterima oleh jajaran pengurus LAMR Bengkalis, termasuk Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Bengkalis Datuk Defitri Akbar, Sekretaris Dewan Pimpinan Harian (DPH) Datuk Khairul Saleh, Bidang Pelestarian dan Pembinaan Seni Melayu Datuk Irmanyah, serta Bidang Pelestarian Adat dan Nilai Budaya Datuk Ariyansyah Putra. Ketua kelompok mahasiswa MKWK, Almin, menyatakan bahwa tujuan kunjungan tersebut adalah untuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional Melayu guna memperkenalkannya kembali kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Dosen Pembimbing MKWK, Datuk Khairul Saleh, menjelaskan bahwa pembelajaran MKWK saat ini menekankan pendekatan interaktif yang mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan sosial dan pelestarian budaya. Pada semester ini, mahasiswa mengangkat tema revitalisasi permainan rakyat Melayu melalui kegiatan kajian, dokumentasi, dan pameran budaya. Ketua MKA LAMR Bengkalis, Datuk Defitri Akbar, mengapresiasi langkah mahasiswa Polbeng yang turut berkontribusi menjaga identitas budaya Melayu dan menegaskan pentingnya dokumentasi serta pewarisan permainan rakyat sebagai bagian dari warisan budaya.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai berbagai permainan tradisional Melayu seperti gasing, congkak, galah panjang, engklek, benteng, layang-layang, hingga sorok-sorokan atau petak umpet. Datuk Ariyansyah Putra menjelaskan bahwa permainan rakyat mengandung nilai kehidupan yang relevan hingga saat ini, sementara Datuk Irmanyah menambahkan bahwa permainan tradisional dapat membangun interaksi sosial dan kreativitas anak tanpa ketergantungan terhadap teknologi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal semakin meningkat. Permainan rakyat Melayu yang sarat nilai kearifan lokal diharapkan dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang melalui berbagai program edukasi, dokumentasi, dan kegiatan budaya yang berkelanjutan.