Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, mengumumkan bahwa wilayah Indonesia telah masuk musim penghujan. Hal ini disampaikan Doni dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Kamis (10/12).
Menurut Doni, musim hujan kali ini diprediksi akan lebih ekstrem dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. “Kami meminta seluruh masyarakat untuk waspada dan siap menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi selama musim hujan ini,” ujar Doni.
Musim hujan di Indonesia diprediksi akan berlangsung hingga bulan April tahun depan. Doni juga mengingatkan pentingnya kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana selama musim hujan.
Selain itu, Doni juga menambahkan bahwa pihak BNPB telah melakukan berbagai persiapan dan langkah-langkah mitigasi bencana untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi. “Kami telah menyiapkan posko-posko evakuasi dan logistik darurat di berbagai wilayah yang berpotensi terkena dampak bencana,” kata Doni.
Dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, Doni menekankan pentingnya protokol kesehatan yang harus tetap diperhatikan saat evakuasi atau penanganan bencana. “Kami akan terus mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan guna mencegah penyebaran virus,” tambah Doni.
Doni juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyepelekan peringatan atau himbauan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang terkait kondisi cuaca dan potensi bencana yang dapat terjadi. “Keselamatan dan keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kita,” tegas Doni.
Dalam kesempatan yang sama, Doni juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam menangani bencana alam dan pandemi Covid-19. “Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk saling membantu dan menjaga solidaritas di tengah kondisi yang sulit ini,” tutup Doni.