Dua Jemaah Haji Riau Tertunda Pulang ke Pekanbaru Setelah Dirawat di Batam
Pekanbaru – Dua orang jemaah haji Riau asal kota Pekanbaru harus menunda kepulangan mereka setelah tiba di tanah air karena harus menjalani perawatan medis di Batam. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyatakan bahwa seluruh jemaah dan petugas telah kembali dari Arab Saudi tanpa ada yang tertinggal di Makkah maupun Jeddah.
“Alhamdulillah saat kepulangan dari Saudi semua aman, tidak ada yang tertinggal di sana. Hanya ada dua orang jemaah yang kondisi kesehatannya menurun setelah tiba di Batam, sehingga belum diizinkan pulang ke Pekanbaru,” ujarnya.
Kedua jemaah tersebut saat ini sedang menjalani rawat inap di RS Awal Bros Botania, Batam. Keputusan penundaan kepulangan dilakukan oleh tim kesehatan dan pihak Balai Karantina Kesehatan (BKK) Embarkasi Batam demi memastikan kondisi kesehatan jemaah benar-benar stabil sebelum melanjutkan perjalanan.
Kloter BTH 03 terdiri dari 445 orang, termasuk jemaah dan petugas, dengan rincian 188 laki-laki dan 257 perempuan. Dari jumlah tersebut, 277 jemaah masuk kategori risiko tinggi (risti), terdiri dari 122 laki-laki dan 155 perempuan. Selain itu, terdapat 22 jemaah yang membawa atau membutuhkan kursi roda selama perjalanan.
Meski ada dua jemaah yang masih menjalani perawatan, proses pemulangan jemaah haji Kloter BTH 03 secara umum berjalan lancar dan seluruh rombongan tiba di Indonesia dengan selamat. Jemaah haji Kloter BTH 03 tiba di Pekanbaru pada Jumat (5/6/2026) setelah penerbangan pertama membawa 213 jemaah dari Debarkasi pada pukul 07.50 WIB dan tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSQ) Pekanbaru pukul 08.45 WIB.