Sekretaris DPRD Riau, Reinaldi Saleh, memastikan bahwa sejumlah pejabat yang baru ditempatkan di lingkungan Sekretariat DPRD Riau masih menjalani masa evaluasi. Penempatan jabatan saat ini belum bersifat permanen karena masih menunggu hasil penilaian kinerja dan kecocokan terhadap posisi yang diemban. Evaluasi dilakukan untuk memastikan pejabat yang ditunjuk mampu menjalankan tugas secara optimal sesuai kebutuhan organisasi. Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar apakah yang bersangkutan tetap dipertahankan atau ditempatkan pada posisi lain yang lebih sesuai.

“Yang bersangkutan itu setelah mungkin sebulan saya lihat dan saya analisa. Kalau memang berhasil dan cocok di posisi itu, akan kita pertahankan. Kalau ternyata lebih cocok di tempat lain, tentu akan kita evaluasi kembali,” ujar Reinaldi pada Kamis (4/6/2026).

Kebijakan tersebut masih bersifat sementara sambil dilakukan pengamatan terhadap kinerja masing-masing pejabat. Penempatan yang tepat diharapkan akan berdampak langsung terhadap efektivitas pelayanan dan kinerja organisasi.

“Jadi boleh dibilang ini sifatnya sementara sambil saya menganalisa. Kalau memang yang bersangkutan menunjukkan kinerja yang baik, tentu akan kita perhatikan dan pertimbangkan untuk ke depannya,” tambah Reinaldi.

Terkait batalnya agenda rapat paripurna yang sebelumnya dijadwalkan, Reinaldi membantah hal itu disebabkan belum siapnya pejabat baru di lingkungan Setwan DPRD Riau. Perubahan jadwal terjadi karena adanya penyesuaian agenda antara DPRD Riau dan Pemerintah Provinsi Riau.

“Ada beberapa kondisi yang memang mempengaruhi. Kebetulan ada agenda yang berkaitan dengan kegiatan sekolah dan perlu disesuaikan. Kami bersama DPRD bersepakat untuk menyamakan jadwal kegiatan tersebut,” jelasnya.

Rapat Badan Musyawarah DPRD Riau akan membahas kembali agenda yang ditunda sebelum menetapkan jadwal pelaksanaannya. Keputusan akhir akan mengikuti hasil kesepakatan yang ditetapkan oleh pimpinan dan anggota dewan.

Proses transisi di lingkungan Sekretariat DPRD Riau tetap berjalan dengan baik meski terjadi penyesuaian tugas sejumlah pegawai. Pegawai yang telah mendapatkan penugasan baru diminta untuk membantu proses adaptasi pejabat maupun staf yang baru menempati posisi tertentu.

Langkah pendampingan langsung di tempat kerja dianggap sebagai cara efektif untuk mempercepat proses transfer pengetahuan dan pengalaman. Hal ini juga diyakini mampu menjaga kualitas pelayanan selama masa transisi berlangsung.

“Daripada belajar teori saja, lebih baik langsung praktik. Kawan-kawan lama yang sudah berpengalaman kami minta menjadi mentor bagi yang baru. Alhamdulillah mereka bersedia membantu,” ungkap Reinaldi.