Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Membantu Biaya Pengobatan Pasien Jantung Bocor
Pekanbaru – Sri Wahyuni, seorang ibu rumah tangga asal Tandun Rokan Hulu (Rohul), mengucapkan terima kasih kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto atas bantuan yang diterimanya. Sri Wahyuni merasa sangat terbantu karena tidak mampu membayangkan bagaimana susah payahnya mencari biaya untuk anaknya yang sedang menderita penyakit jantung bocor.
Sri Wahyuni adalah salah satu dari sembilan pasien dari keluarga tidak mampu yang mendapatkan tanggungan biaya pengobatan gratis dari Pemerintah Provinsi Riau bekerja sama dengan Badan Amil Zakat (Baznas) Riau. Mereka bersama-sama berangkat melalui Gedung VIP Lancang Kuning, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, menuju rumah sakit di Jakarta, Kamis (4/6/26) yang dilepas oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli.
“Penyakit anak saya jantung bocor. Penyakit anak saya ini sudah ketahuan sejak usia tiga tahun,” ungkap Sri Wahyuni.
Menurut Sri, perjalanan medis anaknya bukan hanya sekedar pengobatan, tetapi juga semangat yang kembali muncul karena adanya bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau dan Baznas Riau. Doa dan harapan yang dipanjatkan di tengah kondisi keuangan yang pas-pasan seperti asa yang bangkit.
“Alhamdulillah, saya mendapatkan bantuan pembiayaan berupa uang transportasi, tempat tinggal, dan pengobatan. Selama di Jakarta nanti seluruh pembiayaan ditanggung oleh Pemprov Riau bekerja sama dengan Baznas Riau,” tambah Sri Wahyuni dengan perasaan haru.
Agus Setiawan, warga Kabupaten Kuantan Singingi, juga merasakan perasaan serupa dengan Sri. Putranya yang juga menderita jantung bocor harus dirujuk untuk mendapatkan penanganan lanjutan setelah menjalani pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Pekanbaru. Bagi Agus, bantuan dari Pemprov Riau bersama Baznas merupakan penyelamat bagi keluarganya.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. Dengan adanya program ini tentu sangat membantu keluarga kami. Saya tidak bisa membayangkan jika bantuan ini tidak ada,” ujar Agus Setiawan.