Sentul membeludak pada Rabu kemarin dengan 12 ribu orang yang berkumpul di sana. Mereka adalah para penggerak dan mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden Prabowo Subianto berbicara di atas panggung tanpa basa-basi, dengan tema yang keras, yaitu korupsi.
Prabowo memperhatikan pentingnya anggaran yang tidak dikorupsi untuk menjaga keberlangsungan program pemerintah. Dia memberikan “cek kosong” kepada tiga lembaga penting, yaitu BPKP, KPK, dan Kejaksaan Agung, dengan menantang para pimpinan lembaga tersebut secara langsung di depan ribuan orang.
Prabowo menegaskan pentingnya mendukung lembaga penegak hukum dengan memberikan tambahan personel dan anggaran yang diperlukan. Dia tidak ingin ada alasan klasik seperti kurang orang atau kurang dana dalam penegakan hukum.
Prabowo menekankan bahwa NKRI tidak boleh dilecehkan dan tidak boleh ada lagi uang rakyat yang dicuri. Dia mencopot pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) karena masalah yang terjadi, termasuk Dadan Hindayana yang sebelumnya dipercayakan proyek strategis.
Keputusan Prabowo untuk mencopot pimpinan BGN bukan keputusan yang mudah baginya. Dia merasa berat karena telah memberikan kepercayaan penuh kepada mereka. Namun, bagi Prabowo, aturan tetap aturan dan integritas tidak bisa dinegosiasikan.
Dengan tindakan ini, Prabowo menegaskan bahwa tidak ada pengecualian dalam upaya memberantas korupsi. Dia membuka dompet negara lebar-lebar untuk mendukung penegakan hukum. Kini, masyarakat menantikan respons dari KPK, BPKP, dan Kejaksaan Agung terhadap tantangan yang diberikan Presiden.