Mahasiswa asal Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, Julis Andreas Wijaya Gea, menciptakan inovasi teknologi lampu energi alternatif berbahan dasar air gambut yang ramah lingkungan. Inovasi tersebut berpotensi menjadi solusi penerangan di wilayah terpencil dan berhasil meraih penghargaan internasional berupa Gold Medal dan Contribution Award dalam Perlis International Engineering Invention & Innovation Exhibition (Pi-ENVEX) yang diikuti peserta dari 11 negara.
Gagasan penelitian ini bermula dari kepedulian Andreas terhadap lingkungan di daerah asalnya yang memiliki wilayah gambut luas dengan ketersediaan air gambut melimpah. Andreas meneliti potensi air gambut sebagai sumber energi alternatif yang bisa menghasilkan arus listrik. “Air gambut memiliki tingkat keasaman sekitar 3 hingga 5 dan mengandung elektrolit alami yang berpotensi menghantarkan listrik jika dipadukan dengan logam tertentu,” ujar Andreas pada Jumat (29/5/2026).
Berdasarkan kajian tersebut, Andreas dan timnya mengembangkan metode sel volta menggunakan air gambut sebagai media utama. Mereka menggunakan elektroda tembaga sebagai katoda dan seng sebagai anoda untuk menghasilkan arus listrik. Melalui uji coba dan pengukuran stabilitas tegangan, tim berhasil merancang prototipe lampu alternatif berdaya 1 watt yang dapat menyala stabil hingga 408 jam hanya dengan 1 liter air gambut.
Apresiasi terhadap inovasi ini datang dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Siak. Bupati Siak, Afni Z, menyampaikan rasa bangga atas capaian Andreas saat menerima mahasiswa tersebut di Rumah Dinas Bupati pada 25 Mei 2026. Pemkab Siak juga menjanjikan dukungan untuk pengembangan riset lanjutan agar inovasi tersebut dapat diterapkan secara lebih luas, terutama untuk membantu kebutuhan listrik di daerah terpencil dan kawasan lahan gambut yang belum terjangkau jaringan listrik secara optimal.
Selain dukungan pemerintah, keluarga Andreas juga merasa haru dan bangga atas prestasi yang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Siak dan Indonesia di kancah internasional. Orang tua Andreas, Hasan Gea, menyampaikan rasa syukur atas prestasi anaknya.
Andreas berharap inovasi yang dikembangkannya dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Ia menargetkan teknologi lampu berbasis air gambut ini dapat menjadi solusi energi alternatif mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil yang masih kesulitan akses listrik.