Masyarakat Pantai Solop, Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, merasa kecewa atas dampak sejumlah imbauan yang disampaikan pihak pemerintah kecamatan dan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Mandah terkait aktivitas wisata di kawasan tersebut. Warga menganggap bahwa imbauan yang beredar melalui berbagai pemberitaan telah memberikan citra negatif terhadap Pantai Solop, sehingga berdampak pada menurunnya jumlah kunjungan wisatawan selama libur Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Salah seorang tokoh masyarakat Pantai Solop, Ramlan, menyatakan bahwa penurunan jumlah pengunjung pada musim liburan ini sangat dirasakan oleh masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor wisata. Ia menambahkan bahwa biasanya saat libur Iduladha, banyak wisatawan datang ke Pantai Solop, namun kali ini jumlah pengunjung menurun drastis, menyebabkan banyak pedagang mengalami kerugian.

Ramlan juga menyatakan bahwa meskipun masyarakat mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan kawasan wisata, ia berharap langkah yang dilakukan tidak menimbulkan dampak negatif yang merugikan masyarakat. Menanggapi narasi yang mengaitkan Pantai Solop dengan aktivitas maksiat, ia menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Menurut Ramlan, sejumlah pemberitaan belakangan ini telah membentuk opini publik bahwa Pantai Solop merupakan lokasi yang identik dengan aktivitas negatif, berpengaruh terhadap minat wisatawan untuk berkunjung. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat selama ini berupaya menjaga dan mengembangkan Pantai Solop sebagai objek wisata andalan daerah.

Ramlan menyayangkan pernyataan-pernyataan yang disampaikan kepada media tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap perekonomian warga setempat. Menurutnya, pemerintah seharusnya mendukung dan mempromosikan potensi wisata daerah agar semakin berkembang, bukan menimbulkan persepsi negatif yang dapat mengurangi kepercayaan wisatawan.

Masyarakat Pantai Solop berharap agar ke depan terjadi komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dengan masyarakat. Mereka menginginkan jika ada persoalan, dibicarakan bersama agar tidak menimbulkan dampak merugikan masyarakat dan peristiwa seperti ini tidak terulang lagi.