Sebanyak 50 pengungsi Rohingya berhasil diselamatkan oleh Tim SAR Indonesia di perairan Selat Malaka pada hari Senin (10/5) kemarin. Mereka terjebak di tengah laut setelah perahu yang mereka tumpangi mengalami kerusakan. “Kami sangat bersyukur atas keselamatan mereka,” kata Juru Bicara Tim SAR Indonesia, Budi Santoso.
Pengungsi Rohingya tersebut ditemukan oleh nelayan lokal yang melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Tim SAR Indonesia langsung bergerak cepat untuk menyelamatkan mereka. “Kami menerima laporan dari nelayan sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung bergegas menuju lokasi kejadian,” ungkap Budi.
Mereka berhasil dievakuasi dan dibawa ke pelabuhan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis dan kebutuhan dasar lainnya. “Kondisi mereka cukup lemah karena kekurangan makanan dan minuman selama berhari-hari di tengah laut,” tutur Budi. Para pengungsi tersebut kemudian diberikan pertolongan dan penanganan oleh tim medis.
Menurut keterangan dari pengungsi yang diselamatkan, mereka telah berlayar selama tujuh hari sebelum akhirnya terdampar di perairan Selat Malaka. Alasan mereka meninggalkan negara asalnya adalah untuk mencari kehidupan yang lebih baik di negara tetangga. “Kami harus meninggalkan tanah kelahiran kami karena situasi di sana sangat sulit,” ujar salah seorang pengungsi.
Pihak berwenang akan terus melakukan pendalaman terkait kasus ini untuk memastikan bahwa para pengungsi tersebut dapat mendapatkan perlindungan dan bantuan yang mereka butuhkan. “Kami akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk menangani kasus ini secara profesional dan sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Budi.
Hingga saat ini, identitas dan keberadaan keluarga dari para pengungsi tersebut masih dalam proses penelusuran. Tim SAR Indonesia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi datangnya gelombang pengungsi Rohingya ke wilayah perairan Indonesia. “Kami akan terus melakukan patroli dan pengawasan untuk mencegah terjadinya tragedi serupa di masa mendatang,” tambah Budi.