Kawasan Rumah Singgah Tuan Kadi di Jalan Perdagangan, Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, terlihat rapi dan bersih. Kawasan ini merupakan cagar budaya yang sering digunakan untuk acara yang berhubungan dengan kebudayaan Melayu. Tuan Kadi sendiri merupakan gelar bagi pejabat agama Islam pada masa Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Dalam kawasan ini terdapat sekitar enam kios, salah satunya terdapat tulisan BRI Peduli Bangga Berindonesia. Kios-kios ini dibangun oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Setelah selesai dibangun, kios-kios ini diserahkan ke Pemko Pekanbaru yang kemudian menyerahkan pengelolaannya ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Pemilik salah satu kios, Wawa Ediny, menyatakan bahwa kios-kios ini dibangun beberapa tahun lalu oleh BRI dan ia diminta oleh dinas untuk menempati kios tersebut sebelum pandemi Covid-19. Kepala Disbudpar Kota Pekanbaru, Akmal Khairi, menjelaskan bahwa kios-kios di kawasan Rumah Singgah Tuan Kadi dikelola oleh instansinya dan pemiliknya rata-rata adalah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pemilik kios-kios tersebut tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dibentuk oleh warga setempat. Mereka menjual berbagai produk seperti baju Singkap Melayu, makanan, dan aksesori. Ada juga yang secara individu mendapatkan bantuan dari BRI, seperti yang terlihat dari logo BRI Peduli yang terpampang di salah satu kios.

Widia Apriani, Department Head Ultra Micro BRI Region 2 Pekanbaru, menjelaskan bahwa program CSR BRI Peduli bertujuan untuk menciptakan nilai ekonomi melalui pemberdayaan dan pelatihan yang diberikan kepada UMKM. BRI berupaya meningkatkan perekonomian pelaku UMKM dan menyalurkan bantuan CSR kepada para pelaku UMKM yang telah diverifikasi dan ditentukan oleh pemerintah daerah. BRI berharap program-program pemberdayaan dan pelatihan ini dapat membantu UMKM untuk naik kelas.