Apel siaga Karhutla di Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir dilaksanakan pada Jumat (22/5/2026) pagi. Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kecamatan Tempuling, TNI-Polri, perusahaan, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Sebanyak 150 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk unsur Forkopimcam, aparat desa dan kelurahan, personel TNI-Polri, Satpol PP, pihak perusahaan, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).
Camat Tempuling Hj. Salawati, S.H., M.H., Kapolsek Tempuling yang diwakili Kanit Reskrim IPDA Ahmad Akhiruddin, S.I.P., M.H., Danramil 03 Tempuling yang diwakili Babinsa Serka Wisnu Hartono, Sekcam Tempuling Bizarmi, S.Sos., Kasi Trantib H. Khaidir, SE., perwakilan PT SRL dan PT SAGM, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Tempuling, serta unsur terkait lainnya turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelaksanaan apel siaga, penyampaian amanat pimpinan apel, doa bersama, hingga pemeriksaan peralatan pemadam kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, dilakukan peragaan alat pemadam, simulasi penggunaan mesin pemadam, pengenalan aplikasi DLK, serta simulasi pemadaman api.
Dalam amanatnya, Camat Tempuling Hj. Salawati menegaskan bahwa penanganan Karhutla menjadi perhatian serius Kapolda Riau dan Bupati Indragiri Hilir. Pencegahan harus menjadi prioritas utama, dengan seluruh pihak bekerja sama untuk mengantisipasi terjadinya Karhutla di wilayah Kecamatan Tempuling.
Langkah-langkah preventif yang telah dilakukan oleh Polsek Tempuling, seperti patroli Karhutla, penyebaran maklumat larangan membakar hutan dan lahan, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, juga mendapat apresiasi dari Camat Tempuling. Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekurangan air bersih dan gangguan kesehatan akibat cuaca panas ekstrem.
Apel siaga tersebut juga menjadi momentum pengecekan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla milik perusahaan, pemerintah kecamatan, maupun desa dan kelurahan. Tujuannya adalah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla, meningkatkan deteksi dini terhadap hotspot, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya membuka lahan dengan cara dibakar.