Dua orang turis asal Australia ditemukan tewas di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Mereka diketahui hilang sejak Sabtu lalu saat melakukan pendakian bersama sekelompok pendaki lainnya. “Kami menemukan dua jenazah di ketinggian sekitar 2.600 meter di kawasan Gunung Rinjani,” kata Kepala Basarnas Mataram, Agus Haryono, Senin (10/2).

Menurut Agus, kedua turis itu diduga tersesat dan kemudian kehabisan pasokan makanan dan minuman. Mereka ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh tim gabungan SAR setelah melakukan pencarian selama dua hari. “Kami menduga keduanya mengalami kelelahan dan dehidrasi karena tersesat di Gunung Rinjani,” ujar Agus.

Pendakian Gunung Rinjani merupakan salah satu destinasi favorit bagi para pendaki lokal maupun mancanegara. Namun, sering terjadi kecelakaan dan insiden di gunung tersebut akibat medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu. “Kami selalu mengingatkan para pendaki untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan pendakian gunung,” kata Agus.

Belum diketahui dengan pasti penyebab kematian kedua turis Australia tersebut. Namun, pihak kepolisian setempat akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kejadian tersebut. “Kami akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengungkap penyebab pasti kematian kedua turis tersebut,” kata Kapolres Lombok Utara, AKBP Ferdy Sambo.

Kedua jenazah turis Australia tersebut kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian mereka. “Kami akan bekerja sama dengan pihak kedutaan Australia untuk proses identifikasi dan pemulangan jenazah kedua turis tersebut,” kata Agus.

Pihak berwenang juga mengingatkan para pendaki untuk selalu mematuhi aturan dan petunjuk yang ada saat melakukan pendakian gunung. “Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada para pendaki agar selalu memperhatikan keselamatan dan kesehatan saat melakukan pendakian gunung,” kata Agus.