Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Faperta UNILAK) terus memperkuat fasilitas akademik dan pembelajaran berbasis praktik lapangan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sektor pertanian, perkebunan Indonesia. Langkah yang sedang dipersiapkan adalah pengembangan lahan praktikum pembibitan tanaman cabe, sayuran, kelapa sawit, dan lainnya yang akan ditempatkan pada lahan bekas budidaya cabai.

Pengembangan fasilitas ini sejalan dengan peningkatan kepercayaan terhadap Faperta UNILAK, yang ditandai dengan pertambahan jumlah mahasiswa. Peningkatan jumlah mahasiswa tersebut membutuhkan sarana pembelajaran yang lebih memadai, terutama dalam pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lapangan, agar mahasiswa memiliki keterampilan teknis dan manajerial yang dibutuhkan industri.

Dekan Faperta Unilak, Dr. Amalia, membantah informasi yang beredar di media sosial dan media tentang pembukaan kawasan hutan di samping fakultas Pertanian. Ia menjelaskan bahwa kegiatan pembukaan lahan pembibitan tidak berdampak pada kawasan resapan atau kawasan ekoriparian kampus.

Amalia menegaskan bahwa lokasi yang digunakan bukanlah kawasan hutan penyangga atau kawasan resapan air, melainkan lahan terbuka yang sebelumnya digunakan untuk budidaya tanaman hortikultura, khususnya cabai. Pengembangan lahan dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.

Faperta UNILAK menggarisbawahi komitmennya untuk mendukung konsep Green Campus melalui integrasi pendidikan, penelitian, dan praktik pertanian berkelanjutan. Mereka ingin menghasilkan lulusan yang kompeten sekaligus peduli terhadap lingkungan.

Dr. Amalia menutup pernyataannya dengan menyatakan bahwa kampus merupakan ruang pendidikan dan pembelajaran. Mereka ingin mahasiswa memahami bahwa pembangunan sektor pertanian modern harus berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan lingkungan, termasuk kawasan air dan lingkungan kampus secara menyeluruh.