Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Riau mulai memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Iduladha 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan yang akan disembelih dalam kondisi sehat, cukup umur, serta aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Who: Kepala DPKH Riau, Mimi Yuliani Nazir
What: DPKH Riau memperketat pengawasan hewan kurban
When: menjelang Iduladha 2026
Where: Riau
Why: untuk memastikan hewan yang akan disembelih dalam kondisi sehat, cukup umur, serta aman untuk dikonsumsi masyarakat
How: dengan memperketat pengawasan dan memberikan edukasi kepada panitia kurban

Mimi Yuliani Nazir, Kepala DPKH Riau, mengatakan pengawasan difokuskan pada pencegahan potensi penularan penyakit hewan sekaligus peningkatan standar kebersihan dalam proses penyembelihan di masjid maupun lokasi kurban lainnya. Petugas akan diterjunkan lebih awal ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan sekaligus memberikan edukasi kepada panitia kurban terkait syarat hewan yang layak disembelih serta tata cara penyembelihan yang higienis.

Selain itu, DPKH Riau menyiapkan dukungan logistik berupa alat pelindung diri (APD) serta disinfektan untuk setiap lokasi pengawasan guna menunjang pelaksanaan pemeriksaan di lapangan. 67 mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Riau juga dilibatkan untuk membantu tenaga veteriner dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di berbagai daerah di Provinsi Riau.

DPKH Riau juga menyoroti pengelolaan kebersihan dan limbah saat penyembelihan. Petugas diminta memastikan pemisahan antara daging dan jeroan agar kualitas pangan tetap terjaga serta mencegah kontaminasi. Mimi juga mengimbau panitia kurban untuk mengurangi penggunaan plastik di atas terpal dan mulai beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan seperti daun pisang.

Untuk memudahkan pemantauan, seluruh petugas pengawas diwajibkan mengisi laporan secara digital. Data tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama antara pemerintah daerah, panitia kurban, dan tim pengawas di lapangan. DPKH Riau berharap pengawasan yang lebih ketat tahun ini dapat memastikan pelaksanaan kurban berjalan lebih aman, sehat, dan sesuai standar kesehatan masyarakat veteriner.