RUMAH MAKAN BOOM SEAFOOD LA MENGGUNAKAN QRIS UNTUK MEMUDAHKAN PEMBAYARAN

Pada malam yang sibuk di Rumah Makan Boom Seafood LA di Jalan Sembilang, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, asap mengepul dari tiga wajan besar yang sedang menggoreng berbagai jenis makanan seperti ayam, bebek, ikan, tahu, dan tempe. Tiga orang karyawan sedang sibuk menggoreng dan membungkus makanan, sementara seorang kasir ikut membantu dalam proses tersebut.

Siswanto, pemilik Rumah Makan Boom Seafood LA, mengaku baru menggunakan QRIS dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam kurun waktu kurang dari setahun. Menurutnya, pilihan ini diambil untuk memudahkan pembayaran pelanggan yang tidak selalu membawa uang tunai. Sebelumnya, beberapa pelanggan bahkan urung makan karena tidak memiliki uang tunai.

Meski mengakui bahwa masih belum terlalu paham tentang sistem pembayaran QRIS, Siswanto menegaskan bahwa kehadiran QRIS sangat membantu dalam menjaga kesibukan rumah makannya. Dengan QRIS, pelanggan yang datang untuk makan tidak perlu khawatir tidak membawa uang tunai.

Junior Manager Retail Transaction Department Region 2 Pekanbaru, Pitra Suci, menyebutkan bahwa jumlah QRIS yang tersedia di area Region 2 Pekanbaru mencapai 171.926 per 30 April 2026. Menurutnya, penyebaran QRIS paling banyak terjadi di Pekanbaru, Batam, dan Dumai.

Rumah Makan Boom Seafood LA sendiri merupakan contoh usaha yang mengikuti perkembangan zaman dengan mengadopsi teknologi pembayaran digital seperti QRIS. Meskipun Siswanto mengakui bahwa salah satu kekurangan dari penggunaan QRIS adalah harus menarik uang dari rekening lewat ATM untuk kebutuhan rumah makan, namun hal ini tidak mengurangi keuntungan yang didapat dari kemudahan pembayaran bagi pelanggan. Selain itu, Siswanto juga menjelaskan bahwa nama Boom Seafood LA hanya merupakan nama yang terpikir olehnya dan LA merupakan kepanjangan dari Lamongan Asli.