Pembangunan 39 jembatan desa pada tahap kedua program peningkatan konektivitas wilayah di Provinsi Riau berhasil dirampungkan oleh Polda Riau. Pembangunan ini bertujuan untuk memperkuat akses antar desa dan mendukung mobilitas masyarakat di berbagai daerah.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas Darurat Pembangunan Jembatan yang terlibat dalam proyek tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan tidak hanya sebagai penghubung fisik, tetapi juga sebagai sarana pembuka akses pendidikan, ekonomi, dan layanan kesehatan masyarakat. “Jembatan bukan hanya sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga penghubung harapan masyarakat menuju pendidikan, ekonomi, pelayanan kesehatan dan kehidupan yang lebih baik,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Program pembangunan infrastruktur ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, sejalan dengan konsep Polri Presisi yang berorientasi pada pelayanan publik.
Selain pembangunan baru, sejumlah jembatan yang sebelumnya rusak juga direnovasi agar kembali layak digunakan. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan serta masyarakat setempat melalui pola gotong royong.
Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, menjelaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada dampak sosial yang dihasilkan bagi masyarakat. “Pembangunan ini bukan sekadar membangun fisik jembatan, tetapi juga membangun harapan masyarakat agar aktivitas sehari-hari menjadi lebih aman dan lancar,” katanya.
Sebanyak 120 personel terlibat dalam program ini, yang terdiri dari Satbrimob, Ditsamapta, dan Ditpolairud Polda Riau. Jembatan yang telah selesai dibangun tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Siak, Dumai, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, hingga Kuantan Singingi.
Banyak jembatan di wilayah tersebut sebelumnya rusak dan tidak layak pakai, sehingga menghambat aktivitas warga, termasuk akses anak-anak menuju sekolah serta kegiatan ekonomi masyarakat desa.
Selain 39 jembatan yang telah selesai, masih terdapat puluhan jembatan lain yang sedang dalam tahap pembangunan dan pengerjaan lanjutan di berbagai daerah di Riau. Pemerintah berharap seluruh proyek dapat segera rampung agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Program ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat terkait peningkatan keselamatan dan pemerataan akses infrastruktur di wilayah pedesaan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Provinsi Riau.