Perumdam Tirta Siak Pekanbaru menyoroti dampak eksploitasi air tanah yang dinilai dapat memicu berbagai persoalan lingkungan. Dampak dari penyedotan air tanah ini termasuk potensi kerusakan tanah, penurunan permukaan tanah, dan kemungkinan munculnya sinkhole atau amblesan tanah secara tiba-tiba. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumdam Tirta Siak Pekanbaru, Suryana Hakim, pada Kamis (14/5/2026).

Fenomena kerusakan akibat eksploitasi air tanah sulit diprediksi karena terjadi di bawah permukaan tanah dan tidak terlihat secara langsung oleh masyarakat. Suryana juga mengungkapkan bahwa hasil pengujian menunjukkan beberapa wilayah, termasuk kawasan Jalan Arifin Ahmad, memiliki kemampuan resapan air yang rendah. Hal ini menyebabkan kawasan tersebut rawan banjir saat hujan deras.

Groundwater level (GWL) di Jalan Arifin Ahmad hanya sekitar 1,2 meter, sehingga air hujan sulit terserap ke dalam tanah. Akibatnya, terjadi limpasan air atau run off yang menyebabkan genangan dan banjir di kawasan tersebut. Data tersebut diperoleh dari hasil penyelidikan teknis yang dilakukan oleh sejumlah konsultan.

Suryana menyatakan bahwa kondisi tanah di beberapa wilayah Pekanbaru sudah tidak mampu menyerap air secara optimal. Hal ini menjadi dasar penting dalam pembahasan pengendalian penggunaan air tanah. Data empiris dan teknis yang diperoleh dari penyelidikan tersebut menjadi acuan dalam upaya mengatasi masalah lingkungan akibat eksploitasi air tanah.

Perumdam Tirta Siak Pekanbaru berkomitmen untuk terus mengawasi dan mengkaji dampak eksploitasi air tanah guna menjaga keberlangsungan lingkungan. Suryana menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga keseimbangan ekosistem terutama terkait penggunaan air tanah. Upaya pengendalian penggunaan air tanah menjadi langkah strategis untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan.