Pemerintah akan merevitalisasi 107 satuan pendidikan di Kepulauan Riau pada tahun 2026. Program ini merupakan prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Menteri Dikdasmen, Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa revitalisasi sekolah di Kepulauan Riau akan mendapat alokasi anggaran sekitar Rp97 miliar. Dana tersebut merupakan bagian dari realisasi anggaran pendidikan nasional sebesar Rp14 triliun yang dialokasikan untuk 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Menurut Abdul Mu’ti, program revitalisasi sekolah ini adalah implementasi dari Asta Cita Presiden, khususnya dalam upaya membangun generasi Indonesia yang unggul dan berkualitas melalui pendidikan yang lebih baik. Saat kunjungan di SMA Negeri 1 Batam, Kepulauan Riau, pada Selasa, 12 Mei 2026, dia menyatakan, “Untuk mendidik generasi yang berkualitas tentu diperlukan pendidikan yang berkualitas. Karena itu pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran menjadi sangat penting.”
Selain perbaikan fisik bangunan, pemerintah juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa. Menurut Abdul Mu’ti, kondisi fisik sekolah sangat memengaruhi semangat dan motivasi belajar anak. Dia menekankan, “Anak-anak tidak mungkin bisa belajar dengan baik kalau gedungnya rusak. Anak-anak juga tidak bisa belajar dengan semangat kalau fasilitasnya tidak mendukung.”
Dengan melalui program revitalisasi ini, pemerintah berharap kualitas pendidikan di daerah, termasuk Kepulauan Riau, dapat semakin meningkat dan mendukung lahirnya generasi muda Indonesia yang lebih kompetitif. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di wilayah tersebut.