Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis memberikan perhatian khusus terhadap kualitas es balok yang digunakan dalam proses distribusi udang budidaya. Kabupaten Bengkalis dikenal sebagai salah satu daerah penghasil komoditas perikanan budidaya di Riau, terutama udang. Sistem rantai dingin atau cold chain system menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udang agar tetap segar dan memiliki daya saing di pasaran.
Pada Senin (11/5/2026), Kepala Bidang Bina Mutu, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Perikanan, Arie Pranata, menyampaikan bahwa kualitas es balok sangat berpengaruh terhadap mutu hasil perikanan, terutama udang budidaya yang menjadi komoditas unggulan daerah. Diskan Kabupaten Bengkalis melakukan pembinaan kepada produsen es balok, termasuk di CV Dingin Bersinar, Desa Tameran, Kecamatan Bengkalis.
Di lokasi produksi, pelaku usaha perikanan diberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan ruang pendingin dan area produksi agar es tidak terkontaminasi bakteri maupun bahan kimia berbahaya. Arie menegaskan bahwa kualitas es yang buruk dapat menurunkan mutu udang, sehingga pengawasan terhadap kebersihan produksi es menjadi hal yang penting.
Arie juga menekankan bahwa jika sistem rantai dingin berjalan dengan baik, hasil budidaya udang dari Bengkalis akan memiliki daya saing tinggi di pasar, baik lokal maupun nasional. Sejumlah pelaku usaha perikanan di Bengkalis telah mulai menyadari pentingnya penggunaan es yang higienis untuk menjaga kualitas hasil budidaya selama pengiriman.
Dengan kualitas es balok yang baik, diharapkan komoditas perikanan dari Bengkalis dapat bertahan lebih lama dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasaran. Diskan Kabupaten Bengkalis terus melakukan upaya untuk memastikan bahwa es balok yang digunakan dalam distribusi udang budidaya tetap higienis dan aman untuk dikonsumsi.