Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD pangan menggelar operasi pasar murah di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru. Program ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang libur nasional dan perayaan hari besar keagamaan. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Pemprov Riau memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama minyak goreng subsidi Minyakita yang mengalami kenaikan harga.
Operasi pasar murah di Kota Pekanbaru merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjaga kestabilan harga dan memperpendek rantai distribusi bahan pokok di tingkat masyarakat. Tetty Nurdianti, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM Riau, menyatakan bahwa operasi pasar murah dilaksanakan untuk memastikan kelancaran distribusi dan kestabilan harga.
Minyakita dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dalam kegiatan pasar murah dengan harapan dapat membantu masyarakat dan menekan gejolak inflasi. Selain minyak goreng, masyarakat juga dapat membeli berbagai kebutuhan pokok lain dengan harga lebih rendah, termasuk beras SPHP dan komoditas lainnya seperti gula pasir, tepung terigu, dan garam.
Operasi pasar murah berlangsung selama tiga hari di beberapa titik di Kota Pekanbaru, dimulai di Halaman Kantor Lurah Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani, dan berakhir di Halaman Alkastoery, Jalan Sri Sejahtera, Kelurahan Agrowisata. Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, memastikan stok bahan pokok mencukupi selama operasi pasar.
Masyarakat tetap dapat memperoleh Minyakita dengan harga sesuai HET di beberapa lokasi penjualan resmi meskipun tidak menghadiri operasi pasar murah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Riau dalam menjaga daya beli masyarakat dan pasokan bahan pokok menjelang libur nasional dan Iduladha. Minyak goreng subsidi juga tersedia di beberapa lokasi penjualan resmi dengan harga yang sama seperti di operasi pasar murah.