Tim Manggala Agni Daops VII Rengat telah berhasil menyelesaikan operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau. Api di dua lokasi berbeda dipadamkan sepenuhnya pada Senin (11/5/2026).

Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim serta Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan bahwa personel di lapangan telah menyelesaikan tahap mopping up atau pendinginan sisa bara api. Langkah ini penting untuk menghindari kemungkinan adanya api tersembunyi di dalam lapisan gambut yang dapat memicu kebakaran susulan.

Fokus penanganan intensif sebelumnya dilakukan di dua titik, yaitu Desa Teluk dan Kelurahan Teluk Dalam. Tim lapangan memperkirakan luas area yang berhasil dipadamkan sekitar 5 hektar, meskipun total lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 14 hektar.

Ferdian menyatakan bahwa luasan yang terbakar masih akan diverifikasi lebih lanjut. Analisis citra satelit direncanakan akan digunakan pada akhir bulan untuk mendapatkan data yang lebih presisi dan akurat.

Kondisi di dua lokasi tersebut kini telah bersih dari titik api maupun asap. Dengan selesainya tahap pengecekan ulang, seluruh personel dan perlengkapan pemadaman mulai ditarik dari lokasi kebakaran menuju markas Daops VII Rengat pada Senin pagi.

Meski operasi telah selesai, kewaspadaan terhadap ancaman karhutla di wilayah rawan tetap ditingkatkan. Kerja sama lintas instansi dan dukungan masyarakat lokal menjadi faktor kunci dalam percepatan pemadaman di area sulit seperti Kuala Kampar agar kebakaran tidak meluas lebih jauh.