Sebanyak 10 ribu rumah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, terendam banjir setinggi 1 meter akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo. Ketinggian air mulai naik sejak pukul 03.00 dini hari dan terus meningkat hingga mencapai titik puncaknya pukul 10.00 pagi.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan bahwa banjir ini terjadi akibat tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. “Kami sudah melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir dan memberikan bantuan logistik kepada mereka,” ujarnya kepada wartawan.
Dari pantauan terakhir, tercatat sebanyak 30 ribu jiwa terdampak banjir ini. Mereka yang terdampak banjir tersebut berasal dari 8 kecamatan di Kabupaten Karanganyar.
Tim SAR gabungan telah dikerahkan untuk membantu evakuasi warga yang terjebak di rumah mereka akibat banjir ini. Mereka juga memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan bantuan medis.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir ini. Namun, kerugian material akibat banjir diperkirakan cukup besar mengingat jumlah rumah yang terendam banjir cukup banyak.
Warga yang terdampak banjir ini diimbau untuk tetap tenang dan waspada. Mereka diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan mengikuti petunjuk evakuasi yang diberikan oleh petugas.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga telah membentuk posko pengungsi untuk memberikan pelayanan dan bantuan kepada warga yang mengungsi akibat banjir ini. Mereka juga telah menyiapkan fasilitas kesehatan dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Kejadian banjir ini juga telah menarik perhatian dari berbagai pihak, termasuk relawan dan donatur yang memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir. Mereka berharap agar warga segera mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih terus melakukan evakuasi dan pendataan terhadap warga yang terdampak banjir. Mereka berusaha untuk segera mengevakuasi seluruh warga yang masih berada di rumah mereka dan memastikan keselamatan mereka.