Pemerintah Tokyo mulai melonggarkan aturan berpakaian kerja yang selama ini dikenal ketat. Kini, pekerja diperbolehkan mengenakan celana pendek ke kantor di musim panas ini. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan suhu yang terjadi dan juga kekhawatiran akan krisis energi akibat konflik Iran di Timur Tengah.
Keputusan ini diumumkan oleh Gubernur Tokyo Yuriko Koike sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mengurangi penggunaan energi listrik saat musim panas. Koike menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi beban listrik di kantor-kantor di Tokyo.
Penggunaan celana pendek di tempat kerja biasanya dianggap tidak sopan di Jepang. Namun, dengan kondisi cuaca yang semakin panas dan kebutuhan untuk mengurangi konsumsi energi, Pemerintah Tokyo memutuskan untuk memberikan kelonggaran dalam berpakaian.
Aturan baru ini juga memberikan kesempatan bagi pekerja untuk tetap merasa nyaman saat bekerja di tengah cuaca yang panas. Sejumlah pekerja menyambut baik kebijakan ini dan merasa lega dapat mengenakan celana pendek tanpa takut melanggar aturan.
Meskipun demikian, masih ada beberapa perusahaan yang memilih untuk tetap mempertahankan aturan berpakaian formal di tempat kerja. Hal ini disebabkan oleh kebijakan internal perusahaan yang tidak mengikuti kebijakan pemerintah.
Pemerintah Tokyo berharap bahwa kebijakan ini dapat membantu mengurangi penggunaan energi listrik di kantor-kantor di Tokyo. Langkah-langkah lain juga sedang dipertimbangkan untuk mengatasi masalah energi selama musim panas yang diprediksi akan semakin panas.