Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Riau tentang kesiapsiagaan menghadapi risiko kekeringan dan kebakaran.

Bupati Indragiri Hilir, Herman, menegaskan bahwa karhutla merupakan persoalan nasional yang harus ditangani secara serius dan bersama-sama. Ia mengingatkan bahwa kondisi cuaca panas dalam beberapa hari saja dapat memicu munculnya titik panas (hotspot) yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran jika tidak segera ditangani. “Kesadaran kita semua sangat dibutuhkan. Jangan sampai kelalaian menimbulkan kerugian besar, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat luas,” tegasnya.

Bupati juga meminta seluruh jajaran pemerintah mulai dari tingkat kecamatan hingga desa untuk aktif melakukan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, perusahaan di sektor perkebunan dan pemegang izin hutan tanaman industri (HTI) diminta turut berperan dalam pengawasan serta memberikan dukungan jika terjadi kebakaran di wilayah sekitar. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya peningkatan koordinasi dan mobilisasi sumber daya, perlindungan masyarakat dari dampak kabut asap, optimalisasi peran pemerintah kecamatan dan desa, penguatan pengawasan terhadap aktivitas berisiko, serta pelaporan berkala perkembangan pengendalian karhutla.

Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah daerah juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla melalui Surat Keputusan Bupati Nomor Kpts.140/II/HK-2026 yang berlaku hingga 30 November 2026. Kepala Pelaksana BPBD Indragiri Hilir, R. Arliansah, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan personel serta sarana dan prasarana terus ditingkatkan. “Kami memperkuat patroli, meningkatkan deteksi dini hotspot, serta menjalin koordinasi dengan TNI, Polri, dan pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api atau potensi kebakaran. Pemerintah berharap, melalui sinergi dan kesadaran bersama, Kabupaten Indragiri Hilir dapat melewati musim kemarau 2026 dengan aman, sehat, dan tetap lestari.